Who Created Me And It is He Who Guides Me

You can fool one man many times, you can fool many people once, but you cannot fool all the people all the time

Monday, March 28, 2005

Selisik Tentang Indonesia!

Selisik Tentang Indonesia!

Indonesia memang tidak dapat dikatakan negara kecil di Asia tenggara, karena ia merupakan negara yang mempunyai ribuan pulau dan hektaran darat. Akan tetapi, Indonesia dapat dikatakan sebagai negara terkecil dalam perkembangan pendidikannya.

Memang benar Indonesia mempunyai 5 agenda besar yang 3 diantaranya sudah terselesaikan. Akan tetapi kapankan akan selesai 2 agenda yang tersisa, yaitu 2 agenda yang sangat merisaukan dan mengkhawatirkan jika hanya dibiarkan tanpa ada pengendali?

Clean Goverment dan The Rule Of Law merupakan 2 agenda yang belum terselesaikan. Karena inilah moral dan hukum negara semakin tidak mempunyai taring dalam pelaksanaannya.

Bagaimana bisa, hukum yang sebagus apapun, dilaksanakan jika pemimpin dan para ajudan-ajudannya saja tidak mempunyai hati nurani dalam hal itu? Bagaimana hukum dapat dilaksanakan jika pada kenyataan pelaksanaannya terdapat (some or many) penyelewengan?

Sebagus apapun peraturan itu, jika dalam pelaksanaan dan penerapannya tidak dijalankan oleh orang yang berhati nurani, tidak akan mencapai tujuan.

Jika Amien Rais mengatakan 2 agenda inilah yang harus kita selesaikan terlebih dahulu. Dan masalah pendidikan (human resources) merupakan program jangka panjang (long term decision) yang bisa ditunda setelah adanya kecukupan negara dalam pembiayaan.

Saya lebih memihak kepada Mahathir Muhammad, yang diakui Amien Rais sebagai teman dekatnya, yang mengatakan bahwa dalam pembangunan negara, kita harus mendahulukan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan arti bahwa pendidikan, pembinaan mental dan perbaharuan dalam masyarakatlah yang harus diutamakan.

Dalam merubah negara kita tidak mampu melakukannya "simsalabim". Apakah dengan demokrasi akan dapat menjadikan pejabat yang terpilih berhenti korupsi (the way of life nya "orang Indonesia")?. Apakah demokrasi merupakan alat yang dapat langsung merubah adanya Black Goverment di suatu negara?.

Dalam merubah negara yang memiliki Clean Goverment dan Rule of Law, kita harus memperjuangkan program jangka panjang dalam pembinaan mental dan pendidikan masyarakat. Barulah kita akan dapatkan hasil.

Jika kita hanya berusaha membersihkan pemerintahan tersebut dengan menurunkan mereka, dan berusaha meluruskan jalannya peraturan dengan mengganti aturan itu sendiri, maka kita akan terjebak pada hal yang sama.

Ketika kita mengganti pemimpin dan pengikut-pengikutnya, kita akan menemui kesamaan yang tidak ada bedanya dari pemimpin yang dulu.
Ketika kita berusaha mengganti peraturan yang ada, kita akan menemukan kesamaan yang tak jauh beda dalam pelaksanaannya, karena sang pemimpin tetap mempunyai sikap dan prinsip yang sama.

Namun jika kita tetap biarkan peraturan tetap berjalan apa adanya dengan menjalankan program panjang dalam pembinaan mental dan pendidikan dengan segera dan terus menerus. Apakah tidak akan menyadarkan sendiri masyarakat dan juga aparat negara serta pemimpinnya untuk melakukan dan melaksanakan clean goverment dan rule of law?

1. Rekontruksi Mental Anda

Indonesia banyak memiliki warga yang memiliki mental kecil dalam berjuang di kancah dunia, kecuali segelintir orang. Inilah yang menjadikan Indonesia semakin terpuruk ke dalam jurang yang sangat dalam.

2. Think Globaly

Orang Indonesia hanya berpikir jika mereka mampu menguasai atau berkuasa dan diagung2kan di Indonesia itu adalah sudah cukup. Mereka hanya berpikir, jika bisa sukses di Indonesia merupakan keberhasilan yang luar biasa. Kenapa tidak berpikir untuk menguasai dunia dan bahkan alam semesta. Seperti katak dalam tempurung. Begitulah mungkin. Padahal diatas langit ada lagi langit. Sesuatu yang tinggi pasti ada lagi yang lebih tinggi.

3. Men Of Action Not Men Of Idea

Kita kadang hanya bisa mengusulkan dan tidak mau melakukannya (seperti saya). Dalam kehidupan yang alami, melakukan sesuatu lebih akan berguna dari mengusulkan sesuatu. Membaca buku saja tanpa praktek merupakan hal yang tidak mempunyai manfaat. Karena orang yang melakukannya hanya akan dapat memahami buku tersebut dengan kadar kemampuannya. Lain dengan yang membaca buku dan kemudian mendiskusikannya, selain paham dengan kemampuan juga dapat menyerap pemahaman2 luar.

4. Jadilah Orang Yang Berkualitas

Hah... berkualitas hanya orang yang bisa menilai. bukan diri kita sendiri. Kita hanya bisa berusaha dan orang lain yang melihat. terkadang pun orang yang memperhatikan kita bersifat subjektif, karena tidak melihat keseluruhan kita.

Hanya Allah swt. yang Maha Objektif.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home