Who Created Me And It is He Who Guides Me

You can fool one man many times, you can fool many people once, but you cannot fool all the people all the time

Sunday, February 06, 2005

Film Porno!

Ass…

Izinkan saya sebelumnya tertawa…
Setelah menyaksikan tayangan elbeit beitak tadi malam (15 Feb 2005) muncul dalam benak saya suatu pertanyaan.

Apakah saya boleh menonton film porno?

Tadi malam elbait baitak membahas tentang hal yang baru lagi, seperti pada hari-hari sebelumnya. Namun hal yang dibahas kali ini membangkitkan jiwa saya untuk bertanya pada diri sendiri, apakah boleh menonton film porno? Wawancara ini dilakukan oleh kru elbait baitak dikarenakan pada paginya di Koran el Gumhuria memuat tentang artikel yang ditulis oleh Dr. Abdul Adzim Ramadhan, seorang penulis dan ahli sejarah, yang berjudul “film nadzifah wa film gairu nadzifah”.

Diawal wawancara si Duktur ditanya oleh dua pembawa acara “Apa yang dimaksud beliau dalam tulisan beliau yang berjudul “film nadzifah wa film gairu nadzifah”dimuat di Koran el Gumhuria?”.

Beliau menjawab,” Sebenarnya tidak ada yang namanya film nadzifah dan film gairu nadzifah. Yang namanya film…ya…film! Film adalah seni dan yang namanya seni tidak bisa dibedakan dan dibagi menjadi bersih dan tidak bersih! Semua film itu sama. Kalo film itu ditonton dengan fikiran yang baik, maka film itu akan baik, sedang kalo ditonton dengan fikiran dan otak yang kotor, akhirnya akan menjadi tidak baik.”

Ya… kaya’nya udah cukup saya bercerita tentang acara channel 2 ( Nangis…udah nggak punya parabola, isytirak pun tak ada, terpaksa kutonton juga acara MESIR, eh…malah meracuni fikiran lagi, akhirnya bertanya-tanya kaya’ gini).

Kenapa ya?

Kalo memang seperti itu, apa saja yang kita tonton, baik itu film yang biasa maupun porno, jika otak kita tidak berpikiran yang kotor, akan menjadi tontonan yang baik dan tidak kotor. Namun dilain pihak, agama mengatakan bahwa kita kaum laki-laki dilarang untuk memalingkan pandangan kedua kalinya kepada wanita yang sama. Nah…memalingkan pandangan kedua kalinya saja ke perempuan yang sama dilarang, apalagi melihat film yang setidaknya kita melihat berulang kali artis cantik, terlebih lagi aurat terbuka lebar. Nah gimana ya kalo pacaran? Hukumnya apa? Apa sama aja ama yang nggak pacaran? Kan sama-sama ketemu cewek yang bukan muhrim, cuman bedanya sering ketemu and nggak aja?

Wass...

Eh ada tambahan nih!

Di acara juga diadakan jajak pendapat dengan pertanyaan “Siapa yang akan mengambil manfaat dengan diberlakukannya Taksi Ibukota?”. Nah tunggu aja teman-teman. Kita lihat apakah taksi di Cairo bakal berubah warna, tambah murah, pakai cargo? Apakah akan berubah warna kuning seperti AS (yah ngikut2 aja loe!)? Apakah akan tetap seperti sekarang “kaya sedan busuk”?

He…Jangan khawatir saya gak ngajak-ngajak nonton film porno lho!


Ass..

Sebenarnya apa perbedaan antara cinta yang ada diantara kita dan cinta yang ada di film?

Kenapa kenyataan yang kita lalui sampai berumur seperempat abad ,kebanyakan dan bahkan selalu tidak sama dengan yang kita tonton di film-film?

Apakah si sutradara salah dan tidak melihat kehidupan nyata? Tidak saya rasa. Namun setelah diilihat di film-film ending yang ada, sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang kita lalui dari kecil ampe besar. Nah gimana tuh?

Apakah film dan kenyataan berbeda? Padahal ide film kan juga dari kehidupan nyata!. Ya jelas beda!.
Yang sangat disayangkan, hal-hal yang baik yang terjadi di film tidak terjadi di kenyataan, disamping itu hal-hal yang jelek di film malah terjadi juga di kenyataan. Namun hal itu saya maklumi, karena ide cerita film adalah kenyataan, sudah tentu film akan terlihat lebih bagus dari dunia nyata. Tetapi apakah kita harus mengacuhkan apa yang terjadi di film dan mengatakan ”ah, cuman film aja kok, pasti beda ma kenyataan and endingnya bahagia!”?.

Kenapa kita tidak mengambil manfaat dari film itu sendiri, walaupun film adalah sesuatu yang lahir dari “kenyataan dengan bumbu-bumbu biar sedap”?.

Kasus, masalah cinta si A adalah si kekasih si B (saling mencintai) dan si C juga suka sama si A. yang itu berarti si C adalah saingan si B. Namun si C bukan orang yang dicintai si A jelas kalah sama si B.

Selanjutnya, seperti yang saya tulis, hal yang baik dan buruk terjadi di film (masalah cinta), sedangkan yang terjadi di kenyataan malah buruknya aja yang ada (menurut pandangan sempit saya).

Kalo di film si C akan menjadi teman bagi si B dan berjuang dengan jujur agar si A mencintai dia. Namun apa yang terjadi di kenyataan? si C malah berjuang denagn segenap tenaga dengan cara yang curang agar mendapatkan si A dan menjadikan si B adalah musuh.
Kalo di film si C akan membiarkan si A yang dicintainya tetap saling mencinta dengan si B tanpa mengganggu mereka berdua, asalkan si A yang dia cintai bahagai dengan si B, dia akan bahagia. Namun apa yang terjadi di kenyataan? Si C memaksakan kehendak dan berusaha merebut si A dari tangan si B yang akhirnya menjadi tidak bahagia dengan dia.
Kalo di film si A akan dianggap teman oleh si C karena si A memang tidak mencintai dia. Namun di kenyataan si C akan menganggap musuh si A karena tidak mau menyintai dia.

Itu hanya sebagai contoh kecil saja, namun hal ini tidak mutlak. Bisa jadi di film yang lebih jelek terjadi daripada kenyataan, dan kenyataan lebih baik dari film.
Saya hanya manusia biasa yang hanya bisa melihat gejala disekitar saya.

Jadi (kalo Allah menghendaki) bagi para maniak film nggak rugi untuk nonton film. Dengan niat mengambil manfaat yang terkandung didalamnya dan sudah jelas buat refreshing. Heeeeeeeeee…

Terimakasih buat Abu Fida atas filmnya (dragon heroes dan shoot shoalin) akhirnya muncul pikiran ini. Filmnya bukan film silat tapi film komedi! Hahahahahahaha…

Nah, dilain pihak saya punya perasaan dan uneg-uneg. Ternyata nonton banyak film sangat membosankan, melelahkan, menyita waktu, sangat jauh beda dengan membaca banyak buku walupun sangat membosankan, tapi nggak melelahkan banget, dan malah tidak menyita waktu serta menambah ilmu lebih banyak.

Akhirnya selesai juga…
Ayooooooooo nonton…hehehehe…
Wass…

0 Comments:

Post a Comment

<< Home