Who Created Me And It is He Who Guides Me

You can fool one man many times, you can fool many people once, but you cannot fool all the people all the time

Thursday, November 18, 2004

Mengapa Harus Valentine Day?

Mengapa Harus Valentine’s Day?
Oleh : Muhammad Abqory

Mesir adalah negara yang terkenal dengan ke-Islamannya. Negara ini juga merupakan salah satu negara yang menjadi rujukan fatwa-fatwa tentang masalah umat Islam di seluruh dunia, baik yang berada di belahan benua Eropa, Asia seperti Indonesia maupun Afrika. Terlebih lagi Mesir adalah negara yang didalamnya ada Universitas Islam yang sudah sangat terkenal di mata dunia, yaitu Universitas Al-Azhar. Universitas tempat seluruh umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agamanya, tempat seluruh calon dai umat, mendapatkan sumber agama Islam, tempat yang melahirkan banyak ulama Islam yang menggegerkan dunia.

Universitas Al-Azhar adalah universitas yang mempunyai mahasiswa seluruhnya beragama Islam, yang berdatangan dari segala penjuru dunia, baik dari Asia, Afrika, Eropa, Amerika. Universitas yang mahasiswanya secara keseluruhan adalah Muslim, sudah tentu peraturan dan kehidupan di Mesir, negara tempat Universitas Al-Azhar berada, juga Islami. Dan hal ini –kehidupan dan peraturan yang Islamy- tidak hanya berlaku bagi mereka penduduk Mesir, tetapi juga bagi kita yang dari luar (ajnaby) yang menuntut ilmu agama ke Mesir. Bahkan seharusnya kita orang luar menyesuaikan diri dengan adat yang ada di Mesir, seperti kaidah fiqh yang mengatakan al-‘Aadatu Muhakkamah. Dengan arti kita seharusnya juga harus menjalani kehidupan yang sesuai dengan agama Islam.

Kehidupan dan peraturan yang berlandaskan Islam tidak hanya harus dilaksanakan di individu-individu kita saja yang berada di Bumi Kinanah ini, namun juga harus terlaksana dan dijalankan di organisasi-organisasi yang berada disini, organisasi yang menjadi tempat kita belajar mengembangkan jiwa agamis.

KMKM adalah salah satu organisasi di Mesir. Organisasi yang mempunyai anggota khusus, yaitu anggota yang terdiri dari mahasiswa serta non mahasiswa, yang berasal dari Kalimantan, salah satu pulau di Indonesia. Pulau, yang masyarakatnya sangat mengharapkan sumber daya manusianya, bisa menggali ilmu agama serta menerapkan ilmu tersebut secara menyeluruh, baik di Mesir selama mereka kuliah dan bahkan di pulau Kalimantan tempat mereka berasal maupun umat Islam seluruh dunia. Disinilah peran KMKM sangat diharapkan, karena KMKM lah organisasi yang –secara kasar- mengendalikan anggota mahasiswa Kalimantan di Mesir, oleh karena itu, dialah (KMKM) yang berwenang dan juga mempunyai tanggung jawab untuk mendorong serta mendukung anggotanya selalu menggali serta menerapkan ilmu agama seperti yang diharapkan oleh masyarakat darimana mereka berasal.

Selama penulis berada di Mesir, memang KMKM sudah menunaikan tanggung jawab tersebut. Namun hal ini, terbentur dinding yang sangat keras, ketika penulis mendengar kabar serta undangan yang menyatakan “Tanggal 14 Februari 2005 nanti, diadakan tukar hadiah bertepatan dengan Valentine’s Day”.

Apa itu Valentine’s Day? Kenapa hal itu harus dijadikan sebagai bagian dari acara di KMKM yang notabene nya adalah organisasi mahasiswa Mesir, yang menuntut ilmu agama. Tanpa memandang bahwa KMKM sebagai organisasi mahasiswa Mesir yang belajar agama pun, sebagai Muslim tentu hal itu adalah kurang pantas –bahasa lembutnya- bagi kita. Hal itu, walaupun bukan menjadi bagian dari acara tersebut, tetapi setidaknya tidak harus ada “embel-embel” Valentine’s Day dalam acara HUT itu.

Inilah yang menjadi kekhawatiran penulis. Dimana tanggung jawab KMKM sebagai organisasi yang seharusnya menjaga tetap di jalan yang sesuai dengan kaidah agama Islam? Dimana wewenang KMKM dalam mengendalikan anggotanya agar tidak menyeleweng seperti itu? Apa tanggapan orang bahwa mahasiswa Mesir mengadakan acara peringatan HUT dengan “embel-embel” Valentine’s Day dan tukaran hadiah pada saat itu?.

Seharusnya KMKM tidak membiarkan peluang atau celah “kekafiran” ini menggerogoti tubuhnya sendiri, dan juga mengantarkan para anggotanya yang menuntut ilmu agama di Mesir ke hal yang “begitu”, padahal mereka sangat diharapkan oleh masyarakatnya dapat membimbing mereka tetap di jalan Islam, bukannya ke jalan yang menyerupai kaum kafir.

“Man Tasyabbaha Biqoumin Fahuwa Minhum”.

Dari hadis Nabi Muhammad saw. inilah penulis berpijak.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home