Who Created Me And It is He Who Guides Me

You can fool one man many times, you can fool many people once, but you cannot fool all the people all the time

Sunday, October 10, 2004

Inilah...

Umat Muslim…Inilah Amerika!Oleh : Muhammad Abqary Abdullah Karim

“…falan tajida li sunnatillahi tabdila walan tajida li sunnatillahi tahwila” ( Faatir : 43 )

Artinya :

“…Maka kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu”. ( Faatir : 43 )


Para pimpinan Amerika Serikat selalu mengingatkan masyarakatnya terhadap penting dan bahayanya Yahudi serta mengajak mereka untuk mendukung atau mensupport Yahudi dalam merampas habis bumi umat Islam. Pertama : Mantan Presiden Amerika Serikat Benyamin Franklin mengingatkan masyarakatnya tentang bahaya Yahudi dan melarang imigrasi mereka ke AS.

Hal ini terbukti ketika dia menyampaikan pidato pada tahun 1789[1] yang isinya --sekali lagi, mengingatkan rakyatnya—tentang bahaya Yahudi.

“ Bapak-bapak dan ibu-ibu sekarang ada bahaya besar yang mengancam negara kita AS dan bahaya itu adalah Yahudi. Bapak-bapak dan ibu-ibu, disaat Yahudi sudah stabil dan mapan, kita akan melihat dan mengetahui mereka dapat melemahkan dan mengatasi masyarakat, mengendalikan ekonomi dan sirkulasi perdagangan. Mereka tidak akan bergabung dan menjadi masyarakat biasa, mereka akan mendirikan pemerintahan di dalam pemerintahan dimana mereka tinggal, dan ketika mereka mendapati salah seorang yang memprotes, maka mereka akan menekan rakyat dengan jalan uang, seperti yang terjadi di Spanyol dan Portugal.

Jika imigrasi Yahudi tidak dilarang melalui undang-undang, maka, tidak akan lebih dari 100 tahun, mereka akan menggoncangkan negara ini dengan berbagai perubahan yang dahsyat, mereka akan membuat kita tunduk, memerintah dan menghancurkan kita. Mereka akan mengubah bentuk pemerintahan yang kita bentuk dengan darah, keringat, kehidupan dan kebebasan kita.

Dan jika ada pengecualian terhadap imigrasi Yahudi ke negara ini, maka, tidak lebih dari 200 tahun, anak-anak kita akan menjadi budak-budak dalam menanam pangan untuk makan siang mereka.

Saya peringatkan sekali lagi, bapak-bapak dan ibu-ibu, jika pelarangan imigragi Yahudi ke negara ini tidak dilakukan selamanya, maka mereka akan menghianati anak-anak, cucu-cucu kita saat kalian sudah di dalam kubur. Pemikiran mereka sangat berbeda dengan kita, walaupun mereka telah hidup bersama kita selama ratusan tahun, seperti harimau yang belangnya takkan luntur.

Yahudi merupakan ancaman bagi sebuah negara, jika mereka memasukinya, mereka akan membakar dan menghancurkannya”

Kedua : Para pemimpin AS mendukung dan mensupport Yahudi dalam merampas bumi umat Islam.

Setelah 50 tahun berdirinya negara Israel surat kabar Herald Tribune mengeluarkan pernyataan khusus di terbitan nomor 35818 taggal 29 April 1998.

Pada penerbitan tersebut dituliskan tanggapan 10 presiden AS, dari berdirinya Israel sampai pada tahun itu. Mereka menyatakan ikut serta dalam menjaga keamanan Israel, dan menyukai keseriusan Israel dalam berdemokrasi.

Dalam komentarnya surat kabar Heradl Tribune menuliskan: “ Setelah merdeka tahun 1948, Israel mendapatkan tempat khusus di hati AS, presiden-presidennya, pemerintahannya, dan presiden saat itu pun mengakui terhadap keamanan Israel”.

Apa yang dikatakan presiden-presiden AS tentang Israel[2]:

“AS dan Israel, keduanya, mempunyai perjanjian khusus. Hubungan kami adalah hubungan yang berbeda dengan hubungan negara-negara yang lain. Seperti AS, Israel merupakan negara yang mempunyai unsur demokrasi yang kuat, yang merupakan symbol dari kebebasan. Demokrasi adalah kemerdekaan dan tempat berlindung orang-orang yang teraniaya serta tertindas.
Bill Clinton

“AS dan Israel telah mempunyai hubungan persahabatan lebih dari 40 tahun, dan saling menghormati, serta saling memegang teguh prinsip demokrasi.

Dan kami mulai dan akan selalu membahas tentang Islam di Timur Tengah dengan persepsi bahwa hubungan yang ada pada kedua negara kami tidak mungkin akan terpisahkan.”
Goerge Bush

“Sekarang di Israel, laki-laki dan perempuan selalu bebas dalam menyatakan keberanian dan kepercayaannya. Namun jika kita melihat ketika tahun 1948 ketika berdirinya negara Israel, banyak tanggapan dan kritikan yang menyatakan bahwa negara baru tidak mungkin akan berkembang, tetapi, kita lihat sekarang, tidak diragukan lagi Israel adalah negara yang stabil dan mapan yang berprinsip demokrasi di daerah yang gersang dan sekarat”.
Ronald Regan

“Keberadaan Israel di dunia ini bukan hanya issu politik, akan tetapi lebih pada kewajiban moral. Dan ini adalah kepercayaan saya yang mendalam, dan keperyaan inilah yang selalu menyertai saya dan masyarakat AS. Israel kuat dan aman ada bukan hanya kepedulian rakyatnya, akan tetapi didukung oleh kepedulian AS dan dunia seluruhnya”.
Jimmy Carter

Rakyat mengikut kepada pimpinan. Pimpinanlah yang mengendalikan jalannya negara, organisasi dan lain-lain.

Amerika Serikat sudah mengakui betapa bahayanya Israel, namun karena bahayanya Israellah AS mengambil kesempatan untuk menjadikannya sebagai senjata pembasmi umat Islam. Memang benar AS melarang imigrasi Yahudi ke negara mereka, itu agar AS tidak dipengaruhi oleh Yahudi. Namun pelarangan ini disertai dengan sikap baik AS terhadap Israel, membantu Israel baik dalam ekonomi, social, politik, dan yang lain. Contoh konkritnya yaitu : batuan senjata dari AS buat Israel dalam pemusnahan negri Palestina dari keuntungan perusahaan-perusahaan AS.

Memang, dalam menghadapi masalah yang terus dilancarkan terhadap Islam, jihad merupakan satu-satunya pilihan untuk mengangkat dan menjunjung agama Islam, agama Allah, dan tidak ada alternatif lain, selain berperang dijalan Allah.

Apakah sekarang umat Islam mampu menghentikan kelompok kecil Zionisme (hanya kelompok kecil saja)? Apakah umat Islam mampu menghadapi pemusnahan terencana oleh mereka? Apakah umat Islam mampu menghadapi pasukan besar Amerika Serikat dan Barat?

Pertanyaan diatas akan mendapat jawaban “ya” jika kita menerapkan kandungan surat ash-Shaff ayat 10-14 (Kemenangan dapat diperoleh hanya dengan pengorbanan). Dan akan mendapat jawaban “tidak” jika sebaliknya.

Gerakan kelompok kecil Zionisme dalam pemusnahan umat Muslim secara massal, dan usaha Amerika dan sekutu-sekutunya dalam memberantas habis umat Islam dengan cara yang bermacam-macam merupakan azab atau bencana yang pedih bagi umat Islam. Kita, umat Islam, akan terlepas dari bencana tersebut jika kita menyetujui hal yang diajukan oleh Allah. “(Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu…” (ash-Shaff : 11)

Desa Sepuluh, 5 Okt 2004


[1] Banu Israel fi al-Quran wa al-Sunnah, h.9, h.625
[2] Shalih Abdul Wahid al-Hadidy, Mata Nasrullah, Cet.I, h.171-180. 5 komentar dari presiden yang lain dapat di lihat buku tersebut.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home