Who Created Me And It is He Who Guides Me

You can fool one man many times, you can fool many people once, but you cannot fool all the people all the time

Tuesday, August 31, 2004

Mahathir Muhammad....

Mahathir Muhammad Di Universitas Kairo

"Kita harus memulai secara bertahap dalam membangun Kerjasama Ekonomi Islam", ungkap Mahathir Muhammad. Mantan Perdana Menteri Malaysia ini juga menambahkan bahwa Kerjasama Ekonomi Islam bukanlah hal yang tidak bisa dijangkau dan mustahil, karena banyak faktor yang mendukung terwujudnya rencana ini. Beliau menyarankan untuk melakukan langkah-langkah awal secara bertahap dalam mewujudkan rencana ini. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memilih mata uang gabungan yang akan digunakan oleh seluruh rakyat Arab, yaitu dinar emas, karena emas mempunyai nilai yang tetap dan memiliki nilai tertinggi diantara mata uang Arab lainnya. Mahathir juga menegaskan bahwa dari awal pembentukan Uni Eropa hingga sekarang terhitung sudah mencapai 50 tahun, dan usaha pembentukan Kerjasama Ekonomi Islam akan menghadapi banyak tantangan, khususnya masalah koalisi ekonomi yang banyak terjadi pada masa sekarang. Semua ini disampaikan oleh beliau ketika mengahadiri jumpa pers tahunan yang diadakan oleh Pusat Pengkajian Negara-negara Asia di Fakultas Ekonomi dan Ilmu Politik, Universitas Kairo.

Mahathir mengatakan bahwa pengembangan dan pembaharuan dalam bidang pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan merupakan hal utama dalam mewujudkan pertumbuhan hakiki, kesinambungan, peningkatan taraf ekonomi, serta taraf kehidupan. Malaysia memberikan lebih dari 25% APBNnya ke bidang pendidikan, mengingat pentingnya pengembangan berkesinambungan dalam bidang tersebut. Sehingga para anak akan menjadi lebih tinggi dalam pendidikan dibandingkan dengan orang tua mereka sebelumnya, dan hal ini secara terus-menerus. Pengutamaan dana dalam memperbaharui sekolah-sekolah dan menggalakkan English learning untuk memperluas pengembangan ilmu pengetahuan serta pertukaran tekhnologi merupakan hal selanjutnya.

Dan ketika Mahthir ditanya tentang percobaan negaranya dalam pengembangan dan perwujudan kestabilan pertumbuhan ekonomi. Beliau menjawab bahwa ketika dia memimpin pemerintahan sebelumnya sudah merencanakan perwujudan kestabilan ekonomi tahunan yang tidak kurang dari 7%, ternyata berhasil melebihi perkiraan hingga mencapai 8%. Pengurangan jumlah kemiskinan di masyarakat Malaysia juga berhasil, dari 52% dari jumlah penduduknya di tahun 1972, menjadi 5% penduduk saja yang masih berada di bwah garis kemiskinan. Selain itu, berkurangnya jumlah penduduk yang buta huruf dalam jumlah yang besar dan jumlah pengangguran kurang dari 3% di tahun 2002, merupakan tanda keberhasilan pemerintahan yang di pimpin sebelumnya. Sekarang Malaysia telah siap untuk memindahtempatkan percobaannya ke negara Arab manapun yang menginginkan percobaan tersebut, dan juga siap saling tukar informasi. Beliau menambahkan "Perlu diketahui bahwa kekuatan pasar Malaysia dimata dunia sudah mencapai 100 milyar dollar.

Dan mengenai hal pentingnya demokrasi dalam memperbaiki keadaan ekonomi suatu negara Mahathir menanggapi bahwa demokrasi memang penting untuk mewujudkan keadilan sosial, namun demokrasi bukan berarti penyelesaian "simsalabim" untuk permasalahan masyarakat, akan tetapi harus mengambil waktu yang tepat untuk memakainya dan melaksanakannya dengan bertahap.

Terjemahan dari al-Ahram Magazine,12 Maret 2005
Tulisan Muhammad Utsman dan Khalifah Adham

0 Comments:

Post a Comment

<< Home